Jumat, 10 Mei 2013


KEPRIBADIAN MANUSIA




1. Pengertian Kepribadian
Gordon Allport merumuskan kepribadian sebagai “sesuatu yang terdapat dalam diri individu yang membimbing dan memberi arah kepada seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan. Lebih detail Allport mendefinisikan kepribadian sebagai suatu organisasi yang dinamis dari sistem  psikofisik  individu  yang  menentukan  tingkah  laku  dan  pikiran individu secara khas. Allport menggunakan istilah sistem psikofisik dengan maksud menunjukkan bahwa jiwa dan raga manusia adalah suatu sistem yang terpadu dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, serta di antara keduanya selalu terjadi interaksi dalam mengarahkan tingkah laku. Sedangkan istilah khas dalam batasan kepribadian Allport itu memiliki arti bahwa  setiap  individu  memiliki  kepribadiannya  sendiri.  Tidak  ada  dua orang  yang  berkepribadian  sama, karena  itu tidak  ada  dua  orang  yang berperilaku sama.
Sigmund Freud memandang kepribadian sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem yaitu Id, Ego dan Superego. Tingkah laku tidak lain merupakan hasil dari konflik dan rekonsiliasi ketiga sistem kepribadian tersebut.
2. Faktor-faktor yang membentuk kepribadian
Kepribadian terbentuk karena proses keterlibatan subjek atau individu atas  pengaruh-pengaruh  internal  dan  eksternal  yang  mencakup  factor- faktor    genetis    atau    biologis,    pengalaman-pengalaman    sosial,    dan perubahan lingkungan. Dengan kata lain corak dan keunikan kepribadian individu itu dipengaruhi oleh faktor-faktor bawaan dan lingkungan. Kepribadian terbentuk oleh faktor-faktor :
a. Internal yang lebih menunjuk kepada faktor bawaan
b. Eksternal, meliputi pengaruh lingkungan baik sosial maupun non-sosial
3. Tipe-tipe Kepribadian

Ada beberapa tipe kepribadian menurut Hipocrates :
a. Kepribadian Sanguinis
Tipe  kepribadian  ini  memiliki  ciri-ciri  ekstrovert,  optimis  ,  periang  dan penuh semangat, penuh rasa ingin tahu. Tipe ini memiliki rasa humor yang tinggi, ditambah dengan antusiasme dan sikap ekspresif mereka selalu menjadi bintang dalam setiap pertemuan. Tipe ini memiliki kebutuhan mendasar akan pengakuan dan penghargaan.
b. Kepribadian Melankolis
Kepribadian ini memiliki cirri-ciri : introvert, pemikir, pesimis mendalam dan penuh pikiran yang analitis, serius dan tekun, cenderung jenius, berbakat dan kreatif, tipe ini sangat teliti, hati-hati dan suka curiga,  taat aturan, sangat konsisten dengan perasaan yang halus. Tipe ini memiliki kebutuhan mendasar berupa   jawaban yang bermutu dan didukung data yang lengkap dan akurat.
c.  Kepribadian Koleris
Ciri-ciri kepribadian ini adalah : ekstrovert, keras, tegas, tidak emosional bertindak, tidak mudah patah semangat, bebas dan mandiri, memancarkan keyakinan dan bisa menjalankan apa saja, berbakat menjadi pemimpin. Tipe ini sangat dinamis, aktif,   dan membutuhkan perubahan. Tipe ini memiliki    kebutuhan    mendasar    berupa tantangan,    pilihan,    dan pengendalian.
d. Kepribadian Phlegmatis
Kepribadian ini memiliki  ciri-ciri: introvert, mudah bergaul dan santai, diam tenang,  sabar, pemalu, hidup konsisten, tenang tapi cerdas, simpatik dan rendah hati, menyembunyikan emosi, bahagia menerima kehidupan, tidak suka konflik dan pertentangan. Mereka sulit mengatakan tidak”, sangat sentimental dan suka hal yang samastatus quo”. Tipe ini memiliki kebutuhan mendasar berupa penghargaan dan penerimaan.

4.  Kepribadian Matang
Kematangan     kepribadian     menggambarkan      kedewasaan     seseorang. Kematangan pribadi, ditunjukkan dengan cirri-ciri antara lain :
a.   Mampu menerima diri sendiri apa adanya

Mampu menerima kekurangan dan kelebihan diri secara positif b.  Memiliki pegangan hidup yang kuat
Agama merupakan pegangan hidup kita, bagi orang yang memiliki kematangan pribadi, maka ia akan memiliki kehidupan agama yang kuat
c.   Mampu menjalin hubungan dengan orang lain dengan rasa aman
Dalam berkehidupan sosial, pribadi yang matang dapat diterima dan menerima orang lain tanpa hambatan yang berarti. Dia dapat segera menyesuaikan diri tanpa ikut arus.
d.  Mempunyai perencanaan masa depan
Mempunyai perencanaan akan masa yang akan datang dalam kehidupannya, tidak berpikiran sempit

2 komentar: